Rabu, 03 Juni 2020

Bukan Cinta Namanya Bila Kau Masih Merasa Terluka

Wahai kamu yang hatinya entah milik siapa, kuberi tau satu hal yang selama ini tak pernah kubicarakan. . Ya, kamu adalah nama yang beberapa minggu terakhir kusebut dalam doa. . Tapi tenang saja, aku tak meminta agar kita bersama, aku hanya mau kita bahagia meski dengan pendamping yang berbeda. .

Dari awal bertemu, aku tau bahwa aku sudah menemukanmu, menemukan senar" gitar yang tadinya berserakan, meskipun tak terpasang dengan benar aku sangat menyukai petikannya, kau tau mengapa ? Karena aku tak tau bagaimana melodi yang benar didapatkan, apakah karena senarnya atau petikannya, aku tak tau. . Yang ku tau aku begitu menyukainya. .

Satu hal lagi yang perlu kamu tau, ini adalah isi hatiku, dan aku tak pernah memintamu tuk membalasnya. . Ini bukan kisah khadijah yang melamar Muhammad, kemuliaan mereka tak dapat dibandingkan denganku yang hanya pengagum belaka. . Ini juga bukan kisah laila yang menggilai qais, karena aku tak pernah memintamu tuk bersamaku barang sedetik saja. .
Itulah cinta, kau akan bahagia bila melihat cintamu juga bahagia. . 

Bohong bila cinta harus bersama, ahh aku bukan seorang pemaksa, kau tau diriku kan ?
Aku juga tak perlu melihatmu, itu sangatlah tidak perlu. . Aku hanya perlu mendoakanmu, karena yang akan menjagamu adalah Yang Maha Menjaga, bukan aku yg tak bisa apa". . Karena yang akan slalu disisimu adalah Yang Maha Ada, bukan aku yang hanya makhluk fana. . Itu sangat cukup bagiku tuk menari menikmati cinta. . Ahh, kau tak akan tau betapa indahnya cintaku ini. . Aku sangat menyukainya meski rindu juga tak jarang untuk menyapa. . 

Minggu, 29 September 2019

Kamu dan hatiku

Wahai kamu yang hatinya entah milik siapa, kuberi tau satu hal yang selama ini tak pernah kubicarakan. . Ya, kamu adalah nama yang beberapa minggu terakhir kusebut dalam doa. . Tapi tenang saja, aku tak meminta agar kita bersama, aku hanya mau kita bahagia meski dengan pendamping yang berbeda. .

Dari awal bertemu, aku tau bahwa aku sudah menemukanmu, menemukan senar" gitar yang tadinya berserakan, meskipun tak terpasang dengan benar aku sangat menyukai petikannya, kau tau mengapa ? Karena aku tak tau bagaimana melodi yang benar didapatkan, apakah karena senarnya atau petikannya, aku tak tau. . Yang ku tau aku begitu menyukainya. .

Satu hal lagi yang perlu kamu tau, ini adalah isi hatiku, dan aku tak pernah memintamu tuk membalasnya. . Ini bukan kisah khadijah yang melamar Muhammad, kemuliaan mereka tak dapat dibandingkan denganku yang hanya pengagum belaka. . Ini juga bukan kisah laila yang menggilai qais, karena aku tak pernah memintamu tuk bersamaku barang sedetik saja. .

Itulah cinta, kau akan bahagia bila melihat cintamu juga bahagia. . Bohong bila cinta harus bersama, ahh aku bukan seorang pemaksa, kau tau diriku kan ?
Aku juga tak perlu melihatmu, itu sangatlah tidak perlu. . Aku hanya perlu mendoakanmu, karena yang akan menjagamu adalah Yang Maha Menjaga, bukan aku yg tak bisa apa". . Karena yang akan slalu disisimu adalah Yang Maha Ada, bukan aku yang hanya makhluk fana. . Itu sangat cukup bagiku tuk menari menikmati cinta. . Ahh, kau tak akan tau betapa indahnya cintaku ini. . Aku sangat menyukainya meski rindu juga tak jarang menyapa. .

Senin, 01 Januari 2018

hanya cerita senja (aku rindu, bunda)

ini adalah tahun baru pertama aku tanpanya, sosok indah sang penyemangat jiwa. kau tau mengapa ? yaa, dia menyambut pelukan sang pemilik segalanya. padahal bagiku dia adalah segalanya. dia adalah nama yang slalu tertera di hati keluarganya. dia adalah bunda. .

yaa, 20 oktober 2017 lalu tuhan memanggilnya. itu adalah hari jum'at pukul 00.30. dan aku sedang tidak bersamanya. aku sangat merindukannya, namun kau tau pada hari" sebelumnya ia pernah lebih dari sangat merindukanku. aku sakit merindukannya, namun aku tau dia pernah lebih sakit ketika merindukanku. .

waktu itu aku adalah mahasiwi semester 3 di kota tetangga. seminggu sebelum kepergiannya, dia memintaku untuk tetap tinggal di rumah. namun kau tau apa yang aku lakukan ? aku tetap pergi untuk belajar. aku pergi meninggalkannya dengan air mata. aku harus melakukannya karena ada jadwal UTS keesokan harinya.

bundaku terkena stroke ketika aku masih di aliyah. kau tau betapa tabahnya dia ? tak sekalipun ia mengeluh di hadapan suami dan anak-anaknya. ia pendam penderitaannya untuk dirinya sendiri. ia tak ingin membebani orang-orang yang bersamanya. bahkan ketika aku pulang dari kuliah, ia masih sempat mencucikan bajuku ketika aku tidur. dan ketika kucucikan bajunya, ia menangis padaku dan berkata betapa aku baik padanya sedang dia tak bisa apa-apa.

yaa, hari-harinya dipenuhi oleh air mata. apalagi ketika aku berangkat ke kota tetangga untuk kuliah. aku pulang seminggu sekali. kata ayah setiap hari setelah keberangkatanku, dia selalu menanyakan kapan kepulanganku. namun tak pernah ayah sampaikan padaku betapa rindunya bunda padaku. betapa ia ingin menemuiku. baru setelah kepergiannya aku mengetahui segalanya.

kau tau, selama bundaku merindukan kepulanganku, aku juga rindu ingin segera menemuinya. aku ingin menghapus airmatanya setiap kali ia menangis. aku ingin membuatnya tertawa dengan lelucon dan cerita dariku, yaa, bundaku suka mendengarkan apapun yang aku bicarakan. yang paling bundaku sukai adalah katika ia mendengarkan tentang siapa saja yang mendekatiku. namun ketika ingin menceritakan tentang seseorang yang membuatku merasa nyaman, ia malah pergi menghadap tuhan.

minggu terakhir aku bertemu dengannya, ia memintaku jangan pergi dulu. namun kubilang, ini hanya sebentar, aku akan cepat pulang. dengan air mata yang bersimbahan di pipinya, ia biarkan aku pergi ke kota tetangga. . namun kau tau siapa yang ku temui ketika aku pulang ? ia masih ibuku, hanya saja sudah terbaring rapi di keranda hijau. kau pasti tau betapa hancurnya hatiku saat itu. namun tangisku tak akan pernah bisa menandingi tangisnya ketika merindukanku.

aku hanya terlalu menyayanginya, bahkan ketika aku tak sengaja teringat tentangnya, kristal bening ini mengalir begitu saja.

dan yang perlu kau tau, bundaku selalu bangga terhadap putri-putrinya, meski mereka telah banyak melukai hatinya.

semoga Allah selalu meridhoi hidupmu di sana bunda. .
aku merinduka mu. . sangat merinduka mu. .

Senin, 21 Agustus 2017

pena sang pujangga

CERITA DIA

ketika pena menari dengan nalurinya, jiwa seakan bebas dari raganya.

dia bukan mati, melainkan hidup kekal selamanya.

ketika hati hempaskan rasa, tersungkur ia dalam do'a.

keluh kesah sang hamba ia curahlan pada Sang Maha Cinta.

apalagi yang hendak dicari pujangga selain cinta ??

dia menggila, karena cinta butakan mata

katanya membisu, yang dilihat hanya keindahan kelabu

Kamis, 06 April 2017

puisi hati

 rinduku rusak imanku

 

 

merinduku dihadapan purnama

seakan tiada daya tubuh ini menyangga

atas letih dari kerinduan sang pujangga

jiwaku terombang ambing karenanya

 

ketika terdiamku pada malam

setitik cahaya biaskan temaram

sadarkan daku dari masa kelam

sembuhkan luka yang telah peram

 

katanya padaku mencerahkan

berbekal pula ia pada Kalam Tuhan

tiadalah kerinduan bila ia mengobrak-abrik iman

tiadalah kecintaan bila ia lesukan badan

bukan pula kasih sayang bila ia hancurkan perasaan 


kepiluan telah terselesaikan

meski hati berbekas kelukaan

apalah dayaku sebagai insan

yang harusnya sebagai abdi Tuhan

namun kubelokkan hati memadu perasaan

terlupa daku pada rahasia Yang Maha Rahman

Kamis, 30 Maret 2017

Persemayaman Cinta

 

sejenak kuadukan rindu di peraduan

tak berani ku tatap bintang karna takut tertutup awan

meski sejatinya ia tak hilang

namun gemuruh hati ini tak dapat kukendalikan


aku yang menyapu berbagai debu kehidupan

tiada lagi kuberanikan diri tuk katakan cinta pada pujaan

kepengecutan seakan menguasai pandangan

meringkuk ku dalam derita perasaan


namun ketika ku dalam diam

dia datang membawa pencerahan

tak elok lah ia kata cinta pada makhluk Tuhan

sebab sejatinya cinta ialah milik Sang Pembiru Lautan


barulah ku sadar dalam bilik angan

ketika cinta makhluk tiadalah kudapatkan

tak layak pula ku madukan Tuhan

sebab dihatiku cintaNya bersemayam



Minggu, 10 April 2016



PUISI HATIKU
Salah paham



Bulan mulai larut dengan heningnya malam



Tak lagi ingin menyapa seorang kawan



Bintang yang setia juga mulai ditinggalkan



Dimana hati nuranimu kawan ?







Bejana tua tak lagi kau gunakan



Padahal air didalamnya menyejukkan



Kau berlari tinggalkan kenangan



Sampai kapanpun kawanmu tak akan melupakan







Dahulu elok seakan tak ada perselisihan



Saling menari bersama nyanyian



Sudah hilangkah semua kenangan ??



Hingga kau pergi dengan ketidak pahaman







Kembalilah duhai kawan



Tangan kan slalu terulur tanda penyambutan



Mari kita ukir yang belum sempat tertatahkan



Aku disini di rundung kerinduan....