hati-hati dengan hati
Rabu, 03 Juni 2020
Bukan Cinta Namanya Bila Kau Masih Merasa Terluka
Minggu, 29 September 2019
Kamu dan hatiku
Wahai kamu yang hatinya entah milik siapa, kuberi tau satu hal yang selama ini tak pernah kubicarakan. . Ya, kamu adalah nama yang beberapa minggu terakhir kusebut dalam doa. . Tapi tenang saja, aku tak meminta agar kita bersama, aku hanya mau kita bahagia meski dengan pendamping yang berbeda. .
Dari awal bertemu, aku tau bahwa aku sudah menemukanmu, menemukan senar" gitar yang tadinya berserakan, meskipun tak terpasang dengan benar aku sangat menyukai petikannya, kau tau mengapa ? Karena aku tak tau bagaimana melodi yang benar didapatkan, apakah karena senarnya atau petikannya, aku tak tau. . Yang ku tau aku begitu menyukainya. .
Satu hal lagi yang perlu kamu tau, ini adalah isi hatiku, dan aku tak pernah memintamu tuk membalasnya. . Ini bukan kisah khadijah yang melamar Muhammad, kemuliaan mereka tak dapat dibandingkan denganku yang hanya pengagum belaka. . Ini juga bukan kisah laila yang menggilai qais, karena aku tak pernah memintamu tuk bersamaku barang sedetik saja. .
Itulah cinta, kau akan bahagia bila melihat cintamu juga bahagia. . Bohong bila cinta harus bersama, ahh aku bukan seorang pemaksa, kau tau diriku kan ?
Aku juga tak perlu melihatmu, itu sangatlah tidak perlu. . Aku hanya perlu mendoakanmu, karena yang akan menjagamu adalah Yang Maha Menjaga, bukan aku yg tak bisa apa". . Karena yang akan slalu disisimu adalah Yang Maha Ada, bukan aku yang hanya makhluk fana. . Itu sangat cukup bagiku tuk menari menikmati cinta. . Ahh, kau tak akan tau betapa indahnya cintaku ini. . Aku sangat menyukainya meski rindu juga tak jarang menyapa. .
Senin, 01 Januari 2018
hanya cerita senja (aku rindu, bunda)
ini adalah tahun baru pertama aku tanpanya, sosok indah sang penyemangat jiwa. kau tau mengapa ? yaa, dia menyambut pelukan sang pemilik segalanya. padahal bagiku dia adalah segalanya. dia adalah nama yang slalu tertera di hati keluarganya. dia adalah bunda. .
yaa, 20 oktober 2017 lalu tuhan memanggilnya. itu adalah hari jum'at pukul 00.30. dan aku sedang tidak bersamanya. aku sangat merindukannya, namun kau tau pada hari" sebelumnya ia pernah lebih dari sangat merindukanku. aku sakit merindukannya, namun aku tau dia pernah lebih sakit ketika merindukanku. .
waktu itu aku adalah mahasiwi semester 3 di kota tetangga. seminggu sebelum kepergiannya, dia memintaku untuk tetap tinggal di rumah. namun kau tau apa yang aku lakukan ? aku tetap pergi untuk belajar. aku pergi meninggalkannya dengan air mata. aku harus melakukannya karena ada jadwal UTS keesokan harinya.
bundaku terkena stroke ketika aku masih di aliyah. kau tau betapa tabahnya dia ? tak sekalipun ia mengeluh di hadapan suami dan anak-anaknya. ia pendam penderitaannya untuk dirinya sendiri. ia tak ingin membebani orang-orang yang bersamanya. bahkan ketika aku pulang dari kuliah, ia masih sempat mencucikan bajuku ketika aku tidur. dan ketika kucucikan bajunya, ia menangis padaku dan berkata betapa aku baik padanya sedang dia tak bisa apa-apa.
yaa, hari-harinya dipenuhi oleh air mata. apalagi ketika aku berangkat ke kota tetangga untuk kuliah. aku pulang seminggu sekali. kata ayah setiap hari setelah keberangkatanku, dia selalu menanyakan kapan kepulanganku. namun tak pernah ayah sampaikan padaku betapa rindunya bunda padaku. betapa ia ingin menemuiku. baru setelah kepergiannya aku mengetahui segalanya.
kau tau, selama bundaku merindukan kepulanganku, aku juga rindu ingin segera menemuinya. aku ingin menghapus airmatanya setiap kali ia menangis. aku ingin membuatnya tertawa dengan lelucon dan cerita dariku, yaa, bundaku suka mendengarkan apapun yang aku bicarakan. yang paling bundaku sukai adalah katika ia mendengarkan tentang siapa saja yang mendekatiku. namun ketika ingin menceritakan tentang seseorang yang membuatku merasa nyaman, ia malah pergi menghadap tuhan.
minggu terakhir aku bertemu dengannya, ia memintaku jangan pergi dulu. namun kubilang, ini hanya sebentar, aku akan cepat pulang. dengan air mata yang bersimbahan di pipinya, ia biarkan aku pergi ke kota tetangga. . namun kau tau siapa yang ku temui ketika aku pulang ? ia masih ibuku, hanya saja sudah terbaring rapi di keranda hijau. kau pasti tau betapa hancurnya hatiku saat itu. namun tangisku tak akan pernah bisa menandingi tangisnya ketika merindukanku.
aku hanya terlalu menyayanginya, bahkan ketika aku tak sengaja teringat tentangnya, kristal bening ini mengalir begitu saja.
dan yang perlu kau tau, bundaku selalu bangga terhadap putri-putrinya, meski mereka telah banyak melukai hatinya.
semoga Allah selalu meridhoi hidupmu di sana bunda. .
aku merinduka mu. . sangat merinduka mu. .