Hati-Hati dengan Hati
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Kebanyakan orang tak peduli dengan keadaan hatinya. Adakah
penyakit yang tinggal atau tidak. Sedang baikkah atau buruk. Sedang tenangkah
atau gundah. Sedang sabarkah atau berontak.. kebanyakan kita membiarkan hal-hal
tersebut.
Hati adalah segmen terpenting yang
harus kita jaga. Dengan hati amal kita dinilai. Dengan hati pula kita nanti
bertembat di surga atau di neraka.
Banyak orang yang berpendidikan
tidak menyadari betapa pentingnya menjaga hati. Tanpa disadari dengan
pendidikan yang diraih malah menimbulkan penyakit dalam hati kita. Bukankah
orang yang berpendidikan seharusnya menerapkan ilmu padi ? yakni “semakin
berisi semakin merunduk.”
Yang paling membahayakan adalah
ketika penyakit hati telah menyerang orang yang sebenarnya ‘alim namun ia
menjadi budak dari ke’alimannya. Maksudnya adalah ketika orang itu tau bahwa ia
tau, lalu dipuji oleh orang yang lain, dan ia merasa bangga dengan
pengetahuannya maka hatinya telah tercemar meski ilmunya sangat tinggi. Namun
tragisnya orang tersebut tidak menyadari bahwa ia telah tinggi hati. Ia justru
menikmatinya. Padahal hasil dari ilmu adalah tindakan, bukan hanya pengetahuan.
Seperti itulah Allah memberikan
cobaan kepada hamba-hambanya. Cobaan bukan hanya dengan kelaparan, ketakutan,
kesakitan, kesengsaraan dan segala macam yang menyedihkan. Melainkan juga
sesuatu yang menyenangkan. Untuk apa Allah memberikan cobaan yang menyenangkan
? hal ini adalah untuk menguji manusia, seberapa dalamkah kita mengingat Allah
dalam keadaan apapun. Dengan ilmu yang telah diraih seharusnya juga
diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
Hati yang seharusnya mengatur
pikiran manusia untuk kebaikan, jangan sampai terbalik cara kerjanya. Tipu daya
syetan berada dimana-mana, ditelinga, dimata, di otak, bahkan juga di hati.
Jangan biarkan nafsu yang mengatur hati kita, namun hatilah yang seharusnya
mengatur nafsu juga fikiran, sehingga menciptakan perbuatan yang baik tentunya
dengan niat yang baik pula.
Belajar menata hati memanglah susah.
Namun tak ada yang tak mungkin bila Allah telah berkehendak. Ujian bagi
orang-orang yang berilmu adalah kesenangan dunia, hati-hati kawan dalam
menanggapinya...
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته