Kamis, 31 Maret 2016



Hati-Hati dengan Hati


            السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Kebanyakan orang tak peduli dengan keadaan hatinya. Adakah penyakit yang tinggal atau tidak. Sedang baikkah atau buruk. Sedang tenangkah atau gundah. Sedang sabarkah atau berontak.. kebanyakan kita membiarkan hal-hal tersebut.
            Hati adalah segmen terpenting yang harus kita jaga. Dengan hati amal kita dinilai. Dengan hati pula kita nanti bertembat di surga atau di neraka.
            Banyak orang yang berpendidikan tidak menyadari betapa pentingnya menjaga hati. Tanpa disadari dengan pendidikan yang diraih malah menimbulkan penyakit dalam hati kita. Bukankah orang yang berpendidikan seharusnya menerapkan ilmu padi ? yakni “semakin berisi semakin merunduk.”
            Yang paling membahayakan adalah ketika penyakit hati telah menyerang orang yang sebenarnya ‘alim namun ia menjadi budak dari ke’alimannya. Maksudnya adalah ketika orang itu tau bahwa ia tau, lalu dipuji oleh orang yang lain, dan ia merasa bangga dengan pengetahuannya maka hatinya telah tercemar meski ilmunya sangat tinggi. Namun tragisnya orang tersebut tidak menyadari bahwa ia telah tinggi hati. Ia justru menikmatinya. Padahal hasil dari ilmu adalah tindakan, bukan hanya pengetahuan.
            Seperti itulah Allah memberikan cobaan kepada hamba-hambanya. Cobaan bukan hanya dengan kelaparan, ketakutan, kesakitan, kesengsaraan dan segala macam yang menyedihkan. Melainkan juga sesuatu yang menyenangkan. Untuk apa Allah memberikan cobaan yang menyenangkan ? hal ini adalah untuk menguji manusia, seberapa dalamkah kita mengingat Allah dalam keadaan apapun. Dengan ilmu yang telah diraih seharusnya juga diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
            Hati yang seharusnya mengatur pikiran manusia untuk kebaikan, jangan sampai terbalik cara kerjanya. Tipu daya syetan berada dimana-mana, ditelinga, dimata, di otak, bahkan juga di hati. Jangan biarkan nafsu yang mengatur hati kita, namun hatilah yang seharusnya mengatur nafsu juga fikiran, sehingga menciptakan perbuatan yang baik tentunya dengan niat yang baik pula.
            Belajar menata hati memanglah susah. Namun tak ada yang tak mungkin bila Allah telah berkehendak. Ujian bagi orang-orang yang berilmu adalah kesenangan dunia, hati-hati kawan dalam menanggapinya...
            والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته